Pekerja Salon Plus Plus di Sidangkan, Hakim Geram Keterangan Tersangka Berbelit-belit

Satpol PP Kota Banjarbaru, Jum’at 27 Januari 2017 Jam 14.00 s/d Jam 17.00, Salon Plus Plus Wahyu (H.Idak, RO Ulin). Tersangka I.R (32 Tahun) warga banjarbaru dan Tersangka N.A (33 Tahun) warga Hulu Sungai Tengah (barabai) di sidangkan kasus Pasal 24 ayat (2) huruf a Perda No.6 Tahun 2014 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat jo Pasal 3 Ayat (1) huruf b Perda No.6 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Pelacuran “setiap orang atau badan dilarang menjadi Penjaja Seks Komersial” Sanksi Pidana PAsal 40 Ayat (2) Perda No.6 Tahun 2014, pelanggaran terhadap pasal 24 ayat (2) dan Pasal 27 dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp.50.000.000 (lima Puluh Juta Rupiah), Memerintahkan tersangka dan saksi tersebutdi atas untuk menghadap ke pengadilan Negeri Banjarbaru di Hadiri juga Oleh Kasat Pol PP Kota Banjarbaru untuk memberikan Semangat.

Persidangan Tertutup Tidak Untuk Umum, Suasana Sempat Geram dan Memanas Karena Perdebadan antara Hakim dan Tersangka yaitu N.A.

N.A Sempat tidak mengakui perbuatan tersebut, setelah Perdebatan yang Alot dan Hakim pun Sempat Marah Keterangan N.A yang berbelit-belit di Akhir Sidang Tersangka Mengakui Kesalahan dan Tidak akan Mengulanginya lagi, Sidang di Skor 3x Kurang Lebih 3 jam Baru Mencapai Putusan.

Hasil Putusan Hakim para Tersangka Mendapat Sanksi Rp.500.000 atau Kurungan Badan 15 hari.

Pemilik Salon Akan di Panggil Kembali ke Kantor Satpol PP untuk di tindak Lanjuti Kembali Menunggu Arahan dari Kasat PolPP Kota Banjarbaru.

 

Suasana Persidangan PSK salon Plus-Plus, Jumat 27 Januari 2017 jam 15.00 di Pengadilan Negeri Banjarbaru

 

Suasana diluar Ruang Sidang Satpol PP Kota Banjarbaru di Pengadilan Negeri Banjarbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *