PENYALAH GUNAAN SITU

Satpol PP Di Salon Nouzha

 

PRAJA WIBAWA – Bersama dengan Disparpora kota banjarbaru Kasi Operasional dan Pengendalian Bidang Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat Satuan polisi Pamong Praja kota banjarbaru, senin 16/01/2017 menyisir lokasi Jl. H Mistar Cokrokusumo Kelurahan Sungai besar  untuk mendata dan memeriksa izin salon Nauzha. Setelah diperiksa ternyata salon tersebut memiliki izin  2 Versi yakni surat yang keluar dari kecamatan banjarbaru selatan dan satu surat lagi tidak bertanda tangan camat Banjarbaru selatan. Ditambah lagi setelah petugas memeriksa kelantai 2 bangunan terdapat 3 (tiga) ruang yang digunakan untuk karaoke yang tertutup, dari penjelasan pemilik salon itu hanya ruang tunggu namun Satpol PP melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Juliyono,SE,bahwa salon Nouzha telah melanggar perda No. 14 tahun 2015 tentang Izin Usaha Hiburan Umum, Rekreasi, dan Olahraga. Dikarenakan ruang karaoke dan ruang yang digunakan untuk pelayanan salon ruangnya tertutup tidak bisa dilihat dari  luar dan besar kemungkinan disarankan untuk memebenahi ruang tersebut. Setelah itu pihak mengonfirmasi kekecamatan Banjarbaru Selatan melalui Kasi Ekobang, “Salon Nouzha hanya memiliki izin salon saja dan tidak ada Karaoke atau intertainment nama dibelakangnya” ujarnya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru akan lebih meningkatkan lagi pendataan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang ada dikota Banjarbaru ini. Untuk Salon Nauzha akan terus ditindak lanjuti oleh Satpol PP kota Banjarbaru.


Satpol PP saat berada di Salon Nouzha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *