WALIKOTA BANJARBARU PIMPIN HUT SATPOL PP DAN LINMAS

IMG_2595 a

IMG_2631IMG_2462IMG_2614

IMG_2637IMG_2643

WALIKOTA BANJARBARU PIMPIN HUT SATPOL PP

BANJARBARU Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani bertindak sebagai Inspektur Upacara dala rangka Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke 66 , Satuan Perlindungan Masyarakat ke 54 dan Pemadam Kebakaran ke 97 di Lapangan Dr. Murjani, Senin ( 07/03/2016) pagi. Beberapa petinggi dan pejabat pemerintahan tampak menghadiri apel gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Linmas Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar dan Pasukan Pemadam Kebakaran se Kota Banjarbaru.

Kenakan Seragam PDU Polisi Pamong Praja, Walikota Banjarbaru menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri yang berisi kepada seluruh anggota satuan Polisi Pamong Praja dimanapun saudara berada dan bertugas, atas nama pemerintah, mengucapkan selamat Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja ke 66 dan kepada anggota Satuan Perlindungan Masyarakat yang ke 54. Semoga di usia yang semakin matang ini dapat lebih profesional dan solid dalam mengemban tugas serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat.Peringatan Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja dan kepada anggota Satuan Perlindungan Masyarakat yang kali ini mengambil tema Dengan Semangat Hari Jadi Satuan Polisi Pamong Praja Ke 66 Dan Hari Jadi Satuan Perlindungan Masyarakat Ke 54, Kita Wujudkan Polisi Pamong Praja dan Linmas Yang Humanis, Berdedikasi, Disiplin dan Tegas.

Peran satuan Polisi Pamong Praja semakin strategis dengan dimasukkannya urusan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat dalam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi serta dapat membandingkan kualitas pelayanan aparatur pemrintah. Apabila layanan tidak maksimal, maka secara real time dapat terpublikasi melalui komunikasi sosial online. Oleh sebab itu, Menteri menghimbau kepada kepala daerah agar menempatkan aparatur di satuan Polisi Pamong Praja dengan mempertimbangkan kompetensi dan latar belakang keilmuan.

Menteri juga menekankan, bahwa satuan Polisi Pamong Praja rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik, karena kinerjanya yang harus berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak mungkin wibawa pemerintahan akan terbangun apabila aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten. Untuk dapat memenuhi harapan masyarakat, maka perlu adanya pola sikap dan pola tindak yang harus dimiliki oleh Polisi Pamong Praja. Setidaknya para Polisi Pamong Praja harus memiliki unsur-unsur sebagaimana tema hari jadi satuan Polisi Pamong Praja dan satuan perlindungan masyarakat tahun ini, yakni memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas.

Humanis diperlukan karena obyek pelayanan Polisi Pamong Praja adalah warga masyarakat sehingga salam, sapa dan senyum, atau 3S, sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa Polisi Pamong Praja adalah pribadi-pribadi yang ramah, yang mampu memberikan ketulusan pelayanan melalui konsep 3S tersebut. Berdedikasi merupakan hal yang umum dan lazim, namum sering diabaikan dalam tugas. Istilah abdi praja, bhakti praja, yang maknanya tersirat adalah berdedikasi, yakni membaktikan seluruh jiwa raga untuk mengabdi pada tugas-tugas yang diberikan negara untuk masyarakat.

Ini berarti Polisi Pamong Praja harus memiliki totalitas dalam bekerja. Disiplin merupakan unsur mutlak yang harus dimiliki. Sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah, maka harus memiliki disiplin yang tinggi, terutama disiplin untuk menertibkan diri sendiri sebelum menertibkan orang lain, sehingga kemudian akan muncul penghormatan masyarakat. tegas. Setiap Polisi Pamong Praja harus memiliki ketegasan dalam bertindak dan tidak boleh ragu mengambil keputusan, dengan didasari ketentuan perundang-undangan.

Setiap tanggal 1 Maret merupakan Hari Jadi Pemadam Kebakaran, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para petugas pemadam kebakaran yang sudah ada sejak tahun 1919 memberikan pelayanan pencegahan, pemadaman kebakaran dan penyelamatan terhadap korban kebakaran dan bencana lainnya. Tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran dikenal dengan panca dharma, yaitu: pertama, pencegahan dan pengendalian kebakaran, kedua, pemadaman kebakaran, ketiga, penyelamatan, keempat, pemberdayaan masyarakat, dan kelima, penanganan kebakaran bahan berbahaya dan beracun. disamping tugas pokok tersebut, petugas pemadam kebakaran wajib siaga 24 jam, tidak mengenal hari libur, siap memadamkan kebakaran dengan semboyan pantang pulang sebelum api padam walaupun nyawa taruhannya.

Kebijakan kebakaran dan bencana alam dalam urusan pemerintahan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Nomor 23 Tahun 2014, bahwa kebakaran merupakan sub urusan bagian dari urusan bidang ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, yang masuk dalam urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Sub urusan kebakaran menjadi tanggungjawab bersama antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun di dalam matrik pembagian kewenangan, penanggung jawab utama adalah Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Oleh karena itu, sub urusan kebakaran menjadi strategis dan prioritas dalam perencanaan dan anggaran pemerintah daerah sebagai perwujudan jaminan kehadiran pemerintah daerah dalam melayani penderitaan rakyat akibat bencana dan kebakaran. Hal ini juga sebagai perwujudan yang sejalan dengan nawa cita atau 9 agenda Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada poin pertama, yakni menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Nadjmi mengucapkan dirgahayu pemadam kebakaran ke-97. Terus tingkatkan kapasitas personil dan kelembagaan untuk menyongsong tugas yang semakin kompleks di masa mendatang. Nadjmi mengingatkan, bahwa tanggal 8 sampai 15 Maret 2016 akan dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional Polio. Nadjmi mengharapkan, kepada peserta apel dapat menginformasikan dan mensosialisasikan program ini di lingkungan masing-masing, agar seluruh masyarakat Kota Banjarbaru dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik sebagai upaya peningkatan kualitas kesehatan anak.

Pada kesempatan tersebut, terlihat jejeran armada petugas Satpol PP dan Linmas, Mobil Pemadam Kebakaran. Satpol PP dari Kabupaten Tapi menurunkan Korsiknya yang membawakan lagu Mars Satpol PP saat upacara berlangsung. Usai apel, seluruh Pasukan Satpol PP yang mengikuti apel melakukan photo bersama Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani di teras gedung pemerintahan Kota Banjarbaru. Selanjutnya Satpol PP Kota Banjarbaru melakukan kunjungan bakti sosial dengan memberikan sumbangan dan bantuan ke salah satu pondok pesantren anak yatim di Guntung Upih Kota Banjarbaru.| adminsatpolpp@2016|.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *