TOKO MEUBEL DAN BUAH DISAMBANGI APARAT SATPOL

IMG_1953 A( toko meubel Haliza Jl. A. Yani Km 33 yang mengalihfungsikan tempat parkir menjadi tempat menggelar barang dagangannya )

 

IMG_1949 A

(Situasi lahan parkir yang disulap menjadi tempat menjual barang dagangan di Toko Meuebl Haliza Jl. A. Yani KM. 33 )

 

IMG_1961 APetugas memberi arahan agar bangunan yang berada diatas trotoar  dimundurkan atau dibongkar sehingga tidak menganggu para pengguna jalan, khususnya yang mengenai atau berada diatas trotoar jalan.
TOKO MEUBEL DAN BUAH DISAMBANGI APARAT SATPOL PP

BANJARBARU – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru didampingi petugas dari Wasbang Kota Banjarbaru kembali memantau dan memberikan arahan kepada pedagang atau pengusaha yang menyalahi aturan penggunaan trotoar sebagai tempat berjualan, Kamis ( 25/2/2016 ) di Jalan Ahmad yani KM. 33 dan 34 Kota Banjarbaru.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Syakir, SH didampingi PPNS Satpol PP Yanto Hidayat bergerak menuju salah satu tempat usaha properti.  Tepatnya toko Haliza di depan Hotel Banjar Permai.   Setidaknya, dua tempat usaha disambangi petugas penegak peraturan daerah itu.

“ Kita beri arahan kepada pemilik untuk tidak menggunakan trotoar sebagai lahan berjualan.   Hal tersebut jelas akan menganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan serta dapat menimbulkan bahaya kecelakaan” ungkap Syakir, SH.

Dari pantauan patugas Satpol PP Kota Banjarbaru di lapangan , Toko Meubel Haliza menggelar barang daganganya dengan menggunakan lahan yang seharusnya menjadi tempat parkir ruko, tetapi digunakan sebagai tempat barang jualan, bangunan pun terlihat tertutup samping kanan dan kiri.

Di TKP berikutnya, tepatnya di depan Polresta Banjarbaru,  Toko Buah Segar Eboni juga disambangi peugas satpol pp.   Toko buah memasang stand atau atap tepat diatas trotoar jalan.    Petugas Satpol PP memberikan arahan agar bangunan dimundurkan sehingga tidak menggangu dan mengakibatkan gangguan bagi pengguna jalan.   Peraturan yang mengatur diantaranya Perda Nomor 6 Pasal 12 tahun 2014 yang berisi setiap orang dilarang berjualan ditrotoar, bahu jalan, jalur hijau, taman atau fasilitas umum lainya, terkecuali telah di ijinkan oleh Walikota sebagai tempat berjualan bagi PKL.  Dan  Perda Retrisbusi IMB Nomor 35 Tahun 2011 dan diatur dalam Perwali Nomor 22 tentang ketentuan Pemberian IMB. |adminsatpolpp2016|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *