OH LAGI LAGI DAN LAGI, 4 ORANG YANG TERINDIKASI SEBAGAI PSK KEMBALI TERCIDUK DI EKS.LOKALISASI PEMBATUAN

OH LAGI LAGI DAN LAGI, 4 ORANG YANG TERINDIKASI SEBAGAI PSK KEMBALI TERCIDUK DI EKS.LOKALISASI PEMBATUAN

Bukannya stop & Jera menggelar kegiatan bisnis lendir eh malah makin merajalela.

Setelah adanya penggrebekan hari Selasa kemarin, ternyata dugaan praktik prostitusi masih bergeliat. Empat wanita terduga PSK diamankan Satpol PP Banjarbaru melalui Bidang Tibum & Tranmas Seksi Opsdal pada Rabu 19 Juni 2019 pukul 12.15 siang.

Keempat wanita yang diangkut petugas ini disidak sekitar 150m tepat disamping Kantor Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru.

Dalam penertiban empat terduga PSK ini petugas juga mengamankan sepasang suami istri yang ternyata adalah pemilik rumah tempat PSK tersebut melakukan transaksi prostitusi.

Empat terduga PSK ini sendiri masing-masing berinisial: SM (40), NH (28), DY (26), SZ (37), serta SW (26) sebagai penyedia tempat. Mereka diamankan usai petugas mendapat laporan dari masyarakat.

_”Berdasarkan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Benar adanya bahwa masih ada indikasi praktik prostitusi terselubung oleh mereka ini,”_ kata PPNS Satpol PP Kota Banjarbaru Yanto Hidayat,SE.

Sesampainya di Mako Satpol PP Banjarbaru. Keempatnya langsung diinterogasi oleh petugas. Sempat berkilah, akhirnya keempatnya mengakui bahwa memang terlibat dalam bisnis lendir tersebut. Untuk tarifnya bervariasi, mereka mengaku ada yang baru tinggal di banjarbaru tapi ada juga pemain lama.

Tarif yang dipatok keempat wanita ini sendiri berkisar dari Rp.100 ribu hingga termahal Rp200 ribu. Bahkan dalam satu hari ada yang mengakui mereka biasanya melayani tiga sampai empat tamu. Satu kali kencan mereka dikenakan tarif 30rb untuk sewa kamar ke si pemilik rumah tersebut.

Saat ini keempat PSK ini tengah diamankan di Mako Satpol PP Banjarbaru. Diagendakan semuanya akan menjalani sidang tipiring dengan dugaan melanggar Perda No.6 Tahun 2002 tentang pemberantasan pelacuranan bersamaan dengan 4 PSK lainnya yang sudah tertangkap satu hari sebelumnya.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *