TERPENGARUH OBAT TERLARANG, PEMUDA DIAMANKAN SATPOL PP

IMG_3693

TERPENGARUH OBAT TERLARANG, PEMUDA DIAMANKAN SATPOL PP

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru, Selasa, 12/4/2016 pukul 16.15 menerima laporan warga terkait ancaman gangguan ketentraman dan ketertiban di salah satu rumah kos di kawasan di Jalan Sidorejo Kecamatan Landasan ulin, tepatnya samping Zipur. FJ, warga penghuni kos kos melaporkan kepada petugas Satpol PP adanya ancaman kekerasan oleh saudara kandungnya yang sedang terpengaruh obat obatan terlarang jenis zineth.

Kasatpol PP H. Masjudin Noor melalui penyidiknya Aris Juliono membenarkan kejadian tersebut. Salah seorang warga melaporkan minta anggota keluarganya yang sedang dalam pengaruh obat terlarang untuk diamankan. Beberapa petugas pun dikerahkan ke TKP untuk mengamankan. Sempat mencoba kabur, akhirnya Saufi dapat diamankan dan dibawa ke kantor BNN untuk mendapatkan pemeriksaan sebelum dimintai keterangan.

Petugas sempat mengejar pelaku. Pada saat tiba di TKP, pelaku tidak terima diamankan dan berusaha kabur dengan cara berlari meninggalkan TKP ungkapnya.

Ia menambahkan Saufi yang masih berusia dibawah 18 tahun itu kita amankan atas permintaan dari anggota keluarga dan dibawa ke kantor BNN untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Fathul Janah selaku pihak keluarga yang melaporkan menceritakan bahwa saufi yang juga adik kandungnya sempat mengancam dan memukul dirinya saat ditegur untuk tidaklagi mengkonsumi dan jangan berbuat yang dapat menimbukan keresahan di kos tempat tinggalnya.

Adik saya tinggal dengan saya, Ibu di Mekkah bekerja, Ayah sudah tidak tau dimana. Pihak keluarga tidak ada yang mau mengurus. Jadi saya yang selama ini mengurus adik dengan biaya sendiri paparnya.

Dari Klinik BNN Kota Banjarbaru, Agus Winarti, MPH selaku Kasi Rehabilitasi BNN Kota Banjarbaru menjelaskan pelaku pada saat diterima masih dalam pengaruh obat. Jadi sementara tidak bisa diminta keterangan lebih lanjut. Pihak keluarga yang mengantar diminta untuk kembali membawa Saufi ke BNN esok hari untuk ditindaklanjuti.

Saat ini BNN masih belum memiliki ruang khusus untuk pecandu yang diinapkan sementara pemeriksaan. Sehingga saat pelaku dititipkan ke Polres Kota Banjarbaru hingga keadaan sadar ucapnya.

IMG_3694

Agus Winarti juga menyampaikan bahwa BNN Kota Banjarbaru dalam hal ini memberitahukan kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kota Banjarbaru dapat melaporkan apabila ada anggota keluarga atau pecandu sendiri untuk dilakukan pemeriksaan. Sesuai dengan peraturan yang ada, saat ini BNN belum bisa mendapatkan keterangan lebih lanjut dikarenakan hasil pemeriksaan Saufi masih dalam pengaruh.

Dari permintaan pihak keluarga untuk mengembalikan ke Rumah Sakit Sambang Lihum masih menunggu hasil dari pemeriksaan. Itu pun harus dengan permintaan dan pertimbangan dari pihak keluarga atau pecandu sendiri. Karena seseorang dapat direhabilitasi ada beberapa tingkatan dari tahap coba coba, pemakai dan pecandu. Apabila sudah pada level parah maka dapat diusulkan untuk direhabilitasi. |adminsatpolpp@2016.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2017: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru | Awesome Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress