WARGA KELUHKAN ADANYA PETERNAKAN BABI

WARGA KELUHKAN ADANYA  PETERNAKAN BABI

BANJARBARU – Petugas Satpol PP bersama pihak kelurahan bagian Ekobang mendatangi bebeberapa titik peternakan babi di wilayah Guntung Payung  dan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin.     Kedatangan tersebut terkait adanya aduan warga yang terganggu akibat bau tak sedap dari peternakan tersebut. Rabu, ( 24/2/2016).   Dari temuan di lapangan, Peternak babib masih belum memiliki perijinan tentang usaha peternakan.

” Peternak harus jauh dari pemukiman warga,  harus melaporkan jenis usahanya ke kelurahan setempat, untuk di data. ” ujar Rizali Hadi.

DSC03400 A

Rizali Hadi, SH berharap pemerintah kota Banjarbaru untuk dapat merumuskan aturan  terkait regulasi peternakan babi, sehingga pengusaha yang bergerak khususnya ternak babi dapat mengatahui aturan dan ketentuan yang tidak merugikan atau menganggu warga masyarakat.

ia menambahkan, saat ini peternakan babi ada yang berada di dekat pemukiman warga. Namun, warga masih enggan untuk menyampaikan keresahan yang ditimbulkan atas adanya peternakan babi di sekitar mereka .

“ Pemilik disarankan untuk melaporkan usahanya ke kelurahan setempat, untuk menghindari masalah yang timbul akibat peternakan babi tersebut” ujar Nina Marlina, SH Pelaksana Seksi Kerjasama Satpol PP Kota

Ditambahkanya, ada beberapa peternakan babi di Kota Banjarbaru yang sudah didatangi oleh petugas Satpol PP Kota Banjarbaru terkait laporan warga yang diresahkan akibat bau dari limbah ternak.    Rata – rata satu kandang peternak diisi sekitar 50 – 100 ekor babi.      Dari pantuan petugas, peternakan dibangun sejak tahun 1996 dan sebelumnya tidak ada pemukiman warga.    Namun, saat ini pemukiman sudah banyak tumbuh disekitar peternakan.

Pemilik ternak babi di Guntung Payung B. Sitanggang mengatakan kepada petugas bahwa usahnya sudah lama dibangun sejak tahun 1996, dan tidak ada pemukiman warga pada saat itu.

“ Kami hanya memelihara dan menjual dalam keadaan hidup, tidak ada pemotongan ternak ditempat. Mata pencaharian kami cuma ternak babi saja, kalau mau pindah, kami masih belum ada modal beli lahan baru “ ujarnya.

Sedangkan laporan yang diterima petugas satpol pp beberapa warga mengeluhkan adanya aroma tak sedap dari peternakan babi.  sehingga warga melaporkan ketidaknyamanan ke pihak kelurahan untuk ditindaklanjuti.   Dari pantauan petugas dilapangan,  peternak babi belum memiliki perijinan terkait usaha yang dijalankan.   Sementara, pihak kelurahan dan petugas satpol meminta kepada para pemilik untuk segera melaporkan jenis usaha mereka  ke kantor kelurahan setempat, Kamis ( 25/2/2016). Adminsatpol|2016.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2017: Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru | Awesome Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress